Minggu, 18 Desember 2011

Belajar Ikhlas....

Belajarlah ikhlas, karena dengan ikhlas Allah akan menjernihkan mata hati kita untuk dapat membaca hikmah di balik hikmah yg terselubung...Keikhlasan memberi ketenangan, keyakinan atas rencana Allah memberi ketegaran.

Hidup ini singkat, marilah mengajak hati untuk selalu bersyukur atas nikmat ataupun ujian yang Allah berikan. Rasa syukur akan membawa kita untuk selalu merasa berbahagia dalam hidup, bahkan dalam keadaan tersakiti sekalipun, karena orang yang bersyukur adalah orang yakin atas keputusan dan rencana Allah. Menyadari bahwa apapun  yang Allah takdirkan untuk kita adalah yang terbaik dari sebaik-baiknya rencana kita.
Jadikan hari-hari ini di penuhi dengan senyum, bahkan jika  pada sebuah saat kita berhak untuk menangis, cobalah untuk tidak mengumbar tangis. Ingatlah bahwa senyum adalah jalan pembuka untuk menjadi pribadi yang tegar, dan titik awal keikhlasan terlihat dari seberapa tegarnya kita menjalani hidup. ^_^

Orang yang bersyukur akan selalu menghargai apapun yang ia miliki, sehingga selalu berusaha untuk menjaga dan menghargai apa yang sudah ia miliki. Mencari yang terbaik adalah wajar, tapi ingatlah bahwa baik atau tidaknya sesuatu bergantung dari bagaimana sikap kita terhadapnya.  

Yah SIKAP…..hidup ini pilihan, apapun yang terjadi dalam hidup adalah pilihan. Maka pribadi yang baik adalah ia yang senantiasa setia pada pilihannya. Setia dalam artian bertanggung jawab. Saya percaya bahwa sekecil apapun sesuatu yang kita ucapkan atau kita lakukan sangat berpeluang untuk membuat orang lain sakit atau bahkan sebaliknya. Maka apa yang tidak kau sukai, janganlah lakukan itu pada orang lain. Mari hidup dalam lingkungan penuh rasa saling menghargai, insya Allah makna kebahagiaan akan terpetik darinya.

Sadar atau tidak, kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup adalah sebuah proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Saat Allah menempatkan kita dalam keadaan tersakiti, pada saat itu Allah sedang membentuk kita menjadi pribadi yang kuat, maka berterima kasihlah pada orang-orang yang menyakitimu. Dan aat Allah mengizinkan kita untuk ada dalam keadaan bahagia, pada saat itu Allah sedang mengajari kita untuk menjadi pribadi yang rendah hati.

Alhamdulillah,,,,segala kesalahan yang terjadi di masa lalu bukan untuk disesali, melainkan jadikan pelajaran agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi. Membiarkan diri ada dalam keadaan menyesal tidak akan membuat semuanya kembali seperti sedia kala, maka yang berlalu biarlah berlalu, mari menyiapkan diri untuk menjadi lebih baik. Hari ini adalah awal kita meraih kebahagiaan, apapun yang kela terjadi memaang masih misteri, tapi yakinlah bahwa apapun itu, itulah yang terbaik.

Apapun yang terjadi dalam hidup kita, cobalah untuk selalu iztiqomahkan istigfar di lisan agar hati mampu mentafakurinya meski dalam diam, karena itulah salah satu pintu menggapai pertaubatan. Jangan pernah berlisan dalam keadaan marah atau tersakiti, agar tidak ada penyesalan atas kata yang telah terucap. Ingatlah bahwa kata yang sudah terucap dan hati yang tersakiti adalah dua hal yang cukup sulit untuk disembuhykan. Intinya tetap senyum dab sabarlah jika diterpa ujian, karena kekuatan iman akan semakin kokoh jikan tempaan dalam mengelola hidup dapat kita hadapi.

Allah senang jika hambaNya meminta kepadaNya. Bukankah doa adalah senjata orang mukmin, maka untuk menguatkan iman agar muslimah mampu meraih cintaNya.
^_^

Semua yang tertulis adalah pesan untukmu, untuknya dan untuk kita….
Mohon maaf jika ada yang salah, semoga kita semua termasuk dalam orang-orang yang berbahagia dalam hidup, selalu mengizinkan hati untuk bersyukur dengan menghargai apa yang sudah kita miliki.
Amiin Allahumma amiin

Wassalam.


2 komentar:

  1. Alhamdulillah...terima kasih ^_^
    hanya menulis sedikit atas apa yg terpikirkan...:)

    BalasHapus

Terima kasih sudah luangkan waktu memberi komentar ^_^