Investasi Online Terbaik

Dengan Sistem unik yang berbeda dari yang lain, dapatkan profit anda setiap hari.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 02 Desember 2011

Percaya Diri Dalam Memulai Bisnis

Kepercayaan diri seseorang ternyata mempengaruhi kesuksesan yang mereka dapatkan. Bahkan banyak orang yang berendapat bahwa percaya diri menjadi salah satu modal utama untuk meraih sebuah kesuksesan. Tanpa adanya rasa percaya diri, seseorang cenderung takut untuk melangkah dan mudah menyerah dengan segala masalah yang mereka hadapi.

Begitu juga dalam menjalankan sebuah usaha, sikap percaya diri tentunya dibutuhkan para pelaku usaha untuk mewujudkan target kerja yang telah mereka tentukan. Dengan modal rasa percaya diri yang tinggi, seorang pelaku usaha berani menentukan target kerja yang rasional dan berani mengambil resiko besar untuk medapatkan keuntungan yang lebih menjanjikan. Tentunya Anda juga ingin menjadi pengusaha sukses yang percaya diri bukan?

Meskipun membangun kepercayaan diri memang tidak mudah, namun pada dasarnya ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda praktekan untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba.

Pertama, mulailah dengan bergaul di lingkungan yang cukup positif. Lingkungan dimana Anda berada memang memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan diri Anda. Tidaklah heran bila ada pepatah yang mengatakan bahwa sikap dan perilaku seseorang bisa terbentuk dari lingkungan yang mereka pilih. Ketika Anda banyak bergaul dengan orang-orang yang pesimis, mudah menyerah, dan cenderung minder, maka secara tidak langsung perilaku dan sikap Anda akan mengikuti lingkungan tersebut. Dan begitu juga sebaliknya, bila Anda berada di lingkungan positif yang mayoritas anggotanya memiliki kepercayaan diri cukup besar, selalu bersemangat, pantang menyerah dan selalu optimis dalam menghadapi segala tantangan, tentunya diri Anda juga akan terbangun menjadi pribadi tangguh dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Kedua, persiapkan segala hal secara matang. Terkadang seorang pelaku usaha merasa minder dan pesimis dengan hasil kerja yang akan mereka raih, karena mereka tidak menyiapkan segalanya secara matang. Apabila mereka terbiasa melakukan persiapan dengan baik, maka kualitas produk maupun jasa yang dihasilkan tidak akan mengecewakan para pelanggan, sehingga sedikit demi sedikit kepercayaan diri pengusaha akan mulai tumbuh dan bisa berkembang baik apabila konsumen semakin senang dengan pelayanan yang mereka berikan.

Ketiga, tingkatkan motivasi diri dengan mengingat kesuksesan yang telah Anda raih. Ketika kepercayaan diri Anda mulai pudar, maka pompalah semangat Anda dengan mengingat kembali kesuksesan-kesuksesan yang telah dicapai oleh perusahaan Anda. Dengan begitu, semangat pelaku usaha bisa kembali membara dan semakin berusaha mewujudkan impian mereka yang tentunya lebih besar dari kesuksesan sebelumnya. Ingat, keberhasilan yang telah Anda raih adalah hasil kerja keras dari skill serta pengetahuan yang Anda miliki. Jadi, jangan minder dan memandang diri Anda rendah dengan kemampuan yang ada dalam diri Anda. Karena sebenarnya Andalah salah satu orang hebat yang berjasa bagi perkembangan bisnis Anda.

Dengan menumbuhkan kepercayaan diri dalam menjalankan sebuah usaha, tidak menutup kemungkinan bila bisnis Anda bisa berkembang semakin besar dan memberikan keuntungan yang menjanjikan setiap bulannya. Semoga tips percaya diri dalam menjalankan bisnis ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menghilangkan keraguan dan ketakutan para pemula untuk segera memulai usaha. Selamat berkarya, jangan pernah lelah untuk berusaha, dan salam sukses.

Digerakkan Oleh Ide dan Impian

Jika ada modal usaha yang lebih penting dari uang, berapa pun besarnya, modal itu adalah ide-ide cemerlang dan impian yang menggairahkanpemiliknya. Kebanyakan wirausaha terkemuka memulai usahanya dengan “modal dengkul”– Andrias Harefa-

Di pertengahan tahun 70-an, Bill Gates menggagas mimpi besar bahwa personal computer (PC) akan tersedia di rumah setiap orang pada suatu masa nanti. Impian itu menjadi slogan yang dikenal begitu luas “Computer on Every Desk and in Every Home”. Untuk mengejar impiannya itu, ia dengan suka rela meninggalkan sekolah bisnisnya dan meneruskan kebiasaannya belajar secara otodidak (pada usia 13 tahun dengan belajar sendiri ia telah mampu membuat programkomputer), dan menekuni Microsoft-nya nyaris tanpa hari libur (sepanjang 1978-1984 ia hanya cuti 15 hari). Tak jelas berapa modal awal usahanya, mengingat saat itu ia masih berusia kurang dari 20 tahun (lahir di Seattle, 28 Oktober 1955). Namun jelas bahwa bersama Paul Allen ia memiliki impian dan ide-ide yang luar biasa untuk mengguncang dunia. Microsoft terbukti berhasil menjadi mesin uang yang sangat ampuh, sehingga tahun-tahun belakangan ini Gates berulangkali dinobatkan sebagai orang terkaya di Amerika (dunia?). Popularitasnya mengalahkan presiden negara-negara dunia ketiga. Dan dua karyanya, The Road Ahead (November, 1996) dan Business @ the Speed of Thought: Using a Digital Nervous System (Maret, 1999) mendapat sambutan meriah di banyak negara. Ia menjadi salah satu tokoh terpenting dalam dunia maya yang dewasa ini memiliki sekitar 200 juta “penduduk” (jumlah pengguna internet di dunia saat ini).
Andai para netter yang berjumlah sebanyak penduduk Indonesia itu memerlukan seorang presiden, Gates dapat dipastikan masuk kedalam daftar bursa calon presiden di negeri tanpa batas itu. Dan dimasa depan “penduduk” di alam maya itu hampir dapat dipastikan akan melampaui jumlah yang dimiliki Amerika, India atau bahkan Cina sekalipun.

Dekade awal tahun 80-an, lahir lagi seorang anak ajaib seperti Gates. Namanya Michael Dell. Ia membawa ide dan impiannya sendiri: mengalahkan IBM. Padahal saat itu IBM masih merupakan perusahaan komputer raksasa tanpa tanding di seluruh dunia.
Dell adalah pengusaha muda pertama yang memasarkan komputer pribadi secara langsung ke konsumen, tanpa melalui jalur distribusi konvensional (store retailer, store reseller). Telepon, interaksi tatap muka, dan internet, menjadi media pemasaran langsung yang ampuh luar biasa di tangan Dell. Dengan strategi Direct Marketing itu, Dell berhasil mengelola modal awal sebesar 1.000 dollar AS di tahun 1984 menjadi miliaran dollar AS dalam waktu relatif singkat. Bahkan di tahun 1998 penjualan Dell Computer di internet, misalnya, pernah mencapai 12 juta dollar AS per hari. Ia sendiri, menurut majalah Fortune edisi September 1999, memiliki kekayaan sebesar 21.49 miliar dollar di usia 34 tahun dan menjadi orang muda terkaya nomor satu diantara 40 orang muda terkaya di bawah usia 40 tahun di Amerika saat ini.

Dalam bukunya yang baru terbit, berjudul Direct From Dell – Strategies That Revolutionized an Industry (1999), ia antara lain mengatakan: “Since an early age, I’ve been fascinated with the idea of eliminating unnecessary steps. So I gues it’s not suprising that I started a company base on eliminating the mid-dleman. Dell sells computers dircetly to our customers, deals directly with our suppliers, and communicates directly with our people, all without unnecessary and ineficient presence of intermediaries. We call this ‘the direct models’, and it has taken us, to use a common phrase at Dell Corporation, ‘direct to the top’.
Orang bodoh menyia-nyiakan peluang, orang pintar menunggu peluang, sementara orang bijak mencari peluang dan bila tidak menemukan, mereka menciptakannya.
  • Adakalanya lebih baik tidak bertanya atau mendengarkan apa yang dikatakan orang tidak mungkin anda lakukan.
  • Makin banyak kesalahan yang saya perbuat , makin cepat saya belajar.
  • Selalu mendengarkan pelanggan, tanggap terhadap pelanggan, dan menawarkan yang diinginkan pelanggan. Kembangkan hubungan langsung-pertama lewat telpon, kemudian lewat tatap muka, dan sekarang dengan internet-adalah cara terbaik menajalankan bisnis.
  • Sudah menjadi kebiasaan kami untuk memikirkan apa yang mungkin dan apa yang dapat dicapai dan menetapkan sasaran yang ketat/menantang untuk itu.
  • Yakinilah apa yang anda kerjakan.
  • Sangatlah menyenangkan untuk melakukan hal-hal yang orang pikir mustahil dapat berhasil.
  • Memberikan yang lebih baik dari yang dijanjikan kepada pelanggan, karyawan, dan pemasok.
  • Boleh percaya pada hoki  tapi akan lebih dahsyat bila percaya pada ambisi, semangat dan kreativitas.
  • Yang penting adalah tekat memperbesar (usaha) dan mengambil resiko. Sekali anda mengambil resiko, anda akan belajar dan mengetahui cara memecahkan masalah. Menemukan solusi dapat mendorong anda ke batas potensi anda.
Keberhasilan adalah kegagalan yang terbuka kedoknya.
[sumber: eunewsline.com]

Khadijah Binti Khuwailid, Muslimah Pebisnis yang Sukses

Khadijah Binti Khuwailid lahir pada kira-kira 15 tahun sebelum tahun gajah. Ia berasal dari kalangan bangsawan Quraisy dan nasabnya sangat terjaga. Ia besar di kalangan keluarga yang memiliki pencarian hidup sebagai pedagang besar. Maka tak heran jika sejak kecil ia belajar bagaimana cara berbisnis yang baik dan menguntungkan namun tidak melanggar norma dan etika bisnis yang lurus.

Khadijah tumbuh menjadi bunga Quraisy yang cantik dan cerdas. Kebaikan budi pekertinya yang mulia pun terkenal ke seluruh pelosok negeri. Banyak pemuda yang ingin menyunting untuk menjadikannya pendamping hidup. Tercatat, ‘Atiq bin ‘Ahid dan Abu Halah pernah menikahi Khadijah. Tetapi setelah suami terakhirnya meninggal dunia pula di tengah perjalanan hidup pernikahan mereka, Khadijah sempat tidak berminat untuk menikah lagi. Ia memilih mengkonsentrasikan hidupnya untuk membesarkan dan mengurus anak-anak serta bisnisnya yang semakin berkembang.

Selain harta peninggalan dari orangtua yang diwarisinya, peninggalan harta dari para suaminya pun sangat banyak. Karena itulah Khadijah menjadi pebisnis yang sibuk mengelola dan mengembangkan usaha-usahanya yang sudah meluas hingga keluar negeri Makkah.

Sebagai perempuan yang dikenal terjaga akhlak mulianya, sehingga dijuluki sebagai At-Thahiroh-wanita yang suci, Khadijah sangat berhati-hati dalam berbisnis. Ia membangun jaringan bisnisnya dengan modal kepercayaan. Akhlak yang luhur dalam berbisnis ini nyatanya sangat membantunya dalam mengembangkan relasi kerja.

Selain bersikap baik pada relasi bisnisnya, Khadijah pun peduli pada para pekerjanya. Ia sangat memperhatikan kesejahteraan mereka. Dalam hal ini Khadijah menerapkan sistem bagi hasil pada orang-orang yang menjualkan barangnya. Keuntungan yang diperoleh dari hasil berdagangnya dibagi sesuai andil masing-masing, hingga kedua belah pihak merasa puas dengan sistem ini. Akhirnya, usaha Khadijah semakin berkembang, dan pekerjanya semakin banyak.

Salah satu karyawan yang bekerja menjualkan barang dagangan Khadijah adalah Muhammad bin Abdullah. Sejak awal Muhammad sudah dikenal dengan julukan Al-Amin-yang dapat dipercaya, sehingga ketika ia membawa barang dagangan Khadijah pun ia menjadi salah satu karyawan yang sangat terpercaya. Setiap kali Muhammad membawa barang dagangan Khadijah ke luar kota, ia pasti pulang membawa hasil yang memuaskan.

Kemampuan bisnis Muhammad yang bagus, juga ahlaknya yang mulia membuat hati Khadijah tertarik. Meskipun Khadijah menolak pinangan yang sebelumnya banyak diajukan para petinggi Quraisy, hatinya tidak bisa menolak keinginan untuk meminang sang Al Amin. Keinginannya ini pun ia sampaikan pada orang kepercayaannya, Nafisah. Orang kepercayaannya inilah yang kemudian menjadi penghubung pernikahan Khadijah dengan Muhammad.

Kebahagiaan Khadijah menikah dengan Muhammad semakin lengkap dengan hadirnya putera puteri yang meramaikan suasana rumah mereka. Muhammad pun menjadi ayah bagi anak-anak, suami dan partner bisnis yang sempurna bagi kehidupan Khadijah.
Setelah pernikahan dengan Khadijah, Muhammad diangkat menjadi nabi dan rasul penutup. Misi suci ini membuat Rasulullah SAW banyak meninggalkan rumah untuk berdakwah. Otomastis, perannya dalam bisnis pun berkurang. Sebagai istri, Khadijah memahami ini dan mengambil alih seluruh roda perputaran bisnis tersebut, ia tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk membantu penyebaran islam. Sejarah kemudian mencatatnya sebagai penyokong dana dakwah terbesar sepanjang zaman.

sumber:www.islamkarir.wordpress.com